Miftau Rahman Taufik

Jadilah Yang Terbaik atau Jadilah Yang Berbeda.

Bacalah!

Dengan

Menyebut

Nama

Tuhan-Mu

Yang Menciptakan

Akun Saya

Benarkah Banyak Dokter yang Melakukan Malpraktik.

diposting oleh mirata-fk13 pada 28 April 2016
di Kedokteran - 0 komentar

     Banyak berita dan info yang beredar secara lisan maupun melalui media di masyarakat mengabarkan seringnya dokter-dokter di Indonesia melakukan malpraktik. Apakah hal ini benar? Mari kita renungi bersama. Pada dasarnya semua dokter ingin pasiennya sembuh dan sehat kembali. Tidak ada satu dokter pun yang melakukan tindakan medis atau memberi obat dengan niat membunuh pasiennya. Dalam perjalanan dan prosesnya dokter hanya berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitasnya (dokter umum dan dokter spesialis tentu mempunyai kapasitas yang berbeda), namun tetap Allah SWT juga yang akan menentukan hasilnya. Terkadang walaupun semua sudah dilakukan sesuai prosedur dan ilmu kedokteran namun ada hal-hal yang tidak diinginkan tetap terjadi. Dalam dunia medis semua tindakan medis memiliki risiko, bahkan pemberian obat penurun panas sekalipun ada resikonya. Pada dasarnya semua obat kimia yang diberikan ke pasien itu bisa memberikan efek baik (efek terapi) dan efek buruk (efek toksik), yang membedakan hanya pada dosisnya saja. Tapi Anda juga jangan salah, pemberian obat sesuai dosisnya pun bukan berarti sudah aman dan tidak akan memberikan efek buruk. Semua obat kimia mempunyai efek samping dan simpang. Efek samping merupakan efek yang menyertai efek terapi dan bisa diprediksi sebelumnya. Coba saja beli obat batuk dan pilek di warung sekitar anda, pasti akan disertai efek samping pada kemasannya. Sedangkan efek simpang adalah reaksi antara tubuh dan obat yang bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja tanpa bisa diperkirakan dan diprediksi. Efek simpang terdiri dari banyak jenis dan mempunyai arti yang luas, tapi kata padanan yang umum digunakan dan mudah difahami dimasyarakat adalah alergi obat. Alergi obat yang tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa menyebabkan kematian. Jadi, tidak semua kematian pasien yang terlihat tidak wajar merupakan malpraktik. Saya juga tidak mengatakan bahwa semua dokter melalukan tindakan medis dan pemberian obat sesuai prosedur. Walau bagaimanapun dokter juga manusia yang bisa salah dan lupa. Namun karena profesi ini erat hubungannya dengan nyawa, maka sudah seharusnya dokter-dokter kita lebih waspada dan meningkatkan komunikasi dengan pasiennya. Semoga ulasan saya ini ada manfaatnya untuk kita semua.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :